16 6 / 2012
"Kadang diam - diam aku menitipkan sebuah harapan pada rintik hujan."
16 6 / 2012
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu(Sapardi Djoko Damono – 1989)
16 6 / 2012
"Aku menemukanmu kembali. Dalam benakku. Sederhana. Ya, sesederhana itu."
16 6 / 2012
Khilaf
Datanglah sejenak.
Bukan dalam mimpi, tapi dikehidupan nyataku.
Bukan untuk mengulang ataupun menghitam-pekatkan rasa.
Aku rindu menepi. Itu saja.
Dan setelahnya,
Aku – kamu akan meneruskan perjalanan, yang seharusnya tidak terhenti.
16 6 / 2012
"tiba-tiba aku merindukan hujan kemarin. hujan hangat yang nyaman. bukan hujan luka. bukan hujan air mata."
16 6 / 2012
"aku ingin berhenti mengejar hujanmu. Tapi aku takut sesuatu dari gerimismu akan hilang. Nanti.."
16 6 / 2012
"kini aku merasa jenuh saat aku, kamu, dan dia memilih kembali. Aku dengan gerimisku. Kamu dengan dia. Dan dia dengan kamu."

